Senin, 20 April 2015

Iceberg Pembelajaran Matematika



ICEBERG APPROACH IN MATHEMATICS




  
Iceberg ini berdasarkan atas teori Morelands. Iceberg tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
Tahap pertama atau paling bawah, yaitu dunia nyata. Dalam membelajarkan matematika kepada siswa SD, hendaknya menggunakan dunia nyata. Dengan belajar sesuatu yang ada dalam kehidupan sehari-hari, anak akan lebih mudah mengerti. Misalnya, dalam hal pengurangan, anak diajarkan bahwa dalam sebuah akuarium ada 5 ekor ikan, kemudian dua ekor melompat ke luar. Berapa ekor ikan yang masih ada di dalam aquarium.

Tahap kedua yaitu pembentukan skema. Pada tahap ini anak sudah mulai dapat membentuk skema tentang konsep yang dipelajari. Ikan yang ada di aquarium melompat keluar,  berarti  ikan yang ada di dalam aquarium menjadi berkurang. 

Tahap ketiga yaitu membangun pengetahuan. Pengetahuan anak tentang pengurangan dapat dibangun melalui garis bilangan. Melalui garis bilangan, anak dapat mengetahui konsep pengurangan. Jika terjadi operasi pengurangan, maka jalanya mundur (kea rah kiri). Semula pada angka 5, karena dikurangi 2, maka berjalan ke kiri dua langkah. Sehingga akan sampai pada angka dimana hasil dari 5 dikurangi 2.

Tahap ke empat yaitu formal abstrak. Pada tahap ini anak sudah dapat mengerti tentang operasi hitung pengurangan yang dinyatakan dalam angka, yaitu bahwa 5-2 = ….



TEORI BELAJAR MATEMATIKA MENURUT BRUNER



 
Bruner berpendapat bahwa belajar matematika adalah belajar tentang konsep-konsep dan struktur-struktur serta mencari hubungan antara konsep-konsep  dan struktur-struktur tersebut. Menurut Bruner pemahaman atas suatu konsep beserta strukturnya menjadikan materi itu lebih mudah diingat dan dapat dipahami lebih komprehensif. Tiga tahap perkembangan mental menurut Bruner:
a.      Enactive
Dalam tahap ini seseorang mempelajari suatu pengetaahuan secara aktif dengan menggunakan garis miring memanipulasi benda-benda konkret atau situasi nyata secara langsung.
b.      Ikonic
     Pada tahap ini kegiatan belajar seseorang sudah mulai menyangkut mental yang merupakan gambaran dari objek-objek.
c.        Simbolic
     Tahap terakhir ini  adalah tahap memanipulasi simbol-simbol secara langsung dan tidak lagi terkait dengan objek maupun gambaran objek. 

Senin, 13 April 2015



SARTINI
NIP : 14712259021
 
REVIEW DAN PETA KONSEP TEORI BELAJAR MENGAJAR

A.    REVIEW TEORI BELAJAR DAN MENGAJAR
1.      BEHAVIORISM THEORY
Teory behaviorisme menjelaskan bahwa adanya perubahan perilaku yang ada adalah hasil dari adanya stimulus dan respon.  Guru memberikan respon positif berupa penghargaan atau pujian terhadap perilaku positif yang telah dilakukan siswa. Teori ini dipopulerkan oleh Ivan Pavlov, John B Watson, dan Burhus Frederick Skinner. Ada beberapa hal yang dapat disimpulkan dari teori behaviorisme adalah :
a.       Perubahan perilaku berdasarkan kebiasaan.
b.      Motivasi yang terbentuk adalah motivasi eksternal, bukan internal. Karena siswa melakukan sesuatu karena ingin mendapatkan penghargaan atau pujian.
c.       Siswa melakukan kegiatan belajar lebih pada menghafal materi pelajaran.
d.      Kegiatan pembelajaranya berpusat pada guru.

2.      SOCIAL COGNITIVE THEORY
Teori kognitif sosial dipopulerkan oleh Albert Bandura. Teori kognitif sosial menunjukan bahwa orang berbuat sesuatu tidak didorong oleh kekuatan batin, namun adanya dorongan eksternal. Teori ini menjelaskan bahwa perkembangan kognitif dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan pengalaman. Dalam hal ini aspek yang penting dalam belajar anak adalah modeling. Anak akan belajar dari perilaku orang yang dilihatnya (model).

3.      COGNITIVE INFORMATION PROCESSING
Teori yang sesuai dengan cognitive information processing diantanranya : Components of Cognitive Apprenticeship Scaffolding, dan complexity theory. Tokoh yang berperan yaitu Vygotsky, Bruner, dan Krashen. Teori ini meliputi teori-teori yang berfokus pada struktur dan fungsi proses mental. Dengan kata lain, teori-teori pemrosesan informasi berfokus pada bagaimana orang memperhatikan peristiwa yang terjadi di dalam lingkungan, bagaimana mereka mengkodekan informasi bahwa dengan menghubungkannya dengan pengetahuan saat ini disimpan dalam memori, bagaimana informasi baru disimpan dan akhirnya, bagaimana informasi yang kemudian diambil bila. Oleh karena itu, berfokus pada proses kognitif.
Cognitive information processing berbeda dengan teori behavioris, teori Information Processing tidak percaya pembelajaran yang didasarkan pada membuat hubungan antara stimuli dan respon. Mereka cenderung lebih fokus pada proses internal yang terlibat antara stimuli dan respon daripada kondisi eksternal. Oleh karena itu, peserta didik adalah agen aktif dalam mencari dan mengolah informasi. Mereka mengikuti proses pemilihan dan menghadiri fitur lingkungan, mengubah dan berlatih informasi, menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya dan mengatur informasi sedemikian rupa untuk membuatnya.
Dalam teori Components of Cognitive Apprenticeship Scaffolding, Bruner menciptakan teori belajar secara langsung berhubungan dengan perbaikan diri siswa disebut "Proses pendidikan". Teori ini kadang-kadang disebut "proses aktif pembelajaran". Proses aktif belajar berfokus pada latar belakang pengetahuan peserta didik. Artinya, dalam rangka memperoleh bahasa kedua dengan cepat, siswa harus berhubungan pengalaman baru mereka memperoleh pengetahuan mereka sendiri sebelumnya. Selain Bruner, tokoh lainya yaitu Krashen dan Vygitsky berpendapat, bahwa dalam belajar melibatkan interaksi dengan orang lain. Vygotsky menganggap lingkungan dan kedekatan antara peserta sebagai elemen penting untuk membuat nuansa lingkungan pelajar ini ketika datang ke pembelajaran bahasa.
Dalam complexity theory dijelaskan bahwa dalam melihat hidup adalah dengan mengintegrasikan dimensi biologis, kognitif dan sosial kehidupan,  yaitu, memahami gambaran besar tidak dengan melihat bagian-bagian, tetapi interaksi di antara mereka. Implikasinya dalam dunia pendidikan adalahbahwa pendidikan perlu untuk membantu peserta didik untuk membangun tujuan belajar mereka sendiri, menerima umpan balik dan mencerminkan kemajuan mereka. Pendidikan harus menjadi proses yang berkesinambungan di mana peserta didik terus berkembang untuk meningkatkan kinerja dan menghasilkan pengetahuan baru.

4.      MEANINGFUL LEARNING THEORY
Teori belajar bermakna menghendaki proses belajar yang menentang hafalan dan belajar  merupakan hasil dari pengintegrasian antara pengetahuan baru dengan apa yang telah dipelajari sebelumnya. Teori yang sesuai adalah Problem Based Learning (PBL).  PBL menghendaki siswa belajar secara aktif. PBL  terdiri dari masalah hati-hati dirancang yang akan relevan dengan siswa dalam bidang mereka. Pertanyaan-pertanyaan ini menantang dan menuntut siswa untuk menggunakan berbagai strategi pemecahan masalah. Siswa  belajar dalam lingkungan yang melibatkan kombinasi dari pengarahan diri sendiri dan partisipasi kelompok kecil. Peran guru dan siswa yang berbeda dari pembelajaran tradisional. Siswa mengambil lebih banyak tanggung jawab dalam lingkungan belajar, sedangkan peran guru adalah memfasilitasi.

5.      DEVELOPMENTAL APPROACH
Tokoh dalam teori ini adalah Jean Piaget. Dalam teori ini, Piaget percaya bahwa anak-anak mengembangkan kognisi dan pengetahuan dengan maju melalui serangkaian tahap perkembangan. Ia menyatakan hipotesis bahwa setiap tahap terjadi secara berurutan dan tidak ada tahap yang bisa dilewatkan. Untuk berpindah dari satu tahap ke tahap berikutnya, melalui :
a.       Asimilasi: Memasukkan struktur logis baru (atau skema) ke yang sudah ada bahwa kita kemudian berlaku untuk dunia di sekitar kita.
b.      Akomodasi: Memodifikasi struktur logis atau skema untuk kesepakatan yang lebih baik dengan lingkungan.
c.       Equalibriation: Keseimbangan antara struktur kognitif asimilasi dan akomodasi dalam mencapai pengetahuan.
d.      Egosentrisme: Kegagalan untuk memahami bagaimana titik pandang orang lain mungkin berbeda dari mereka sendiri. Penelitian Piaget menunjukkan fakta bahwa egocentrisim paling menonjol sebelum usia enam atau tujuh. Namun, kemudian penelitian Piaget, serta peneliti yang lain, telah memperkirakan bahwa egosentrisme dapat timbul pada setiap tahap perkembangan, tetapi dalam bentuk yang baru dan berbeda.

6.      SOCIAL FORMATION THEORY
Teori yang sesuai dengan Social Formation Theory adalah teori Zone of Proximal Development dari Vygotsky. Dalam teori ini, menunjukan bahwa peserta didik atau siswa membangun pengetahuan mereka sendiri. Peserta didik melakukan proses internalisasi pengetahuan. Pernyataan Lev Vygotsky diperluas pada ide-ide Piaget dan secara khusus melihat bagaimana interaksi dan kolaborasi sosial memungkinkan peserta didik untuk belajar. Sedangkan Piaget percaya bahwa pembangunan memiliki titik akhir dan terdiri dari empat periode utama pertumbuhan yang meliputi tahap sensorimotor, praoperasional, perasional konkrit, dan operasional formal.
Teori yang dikembangkan oleh Vygotsky dapat dipahami dalam tiga tema umum yaitu :
a.       penggunaan metode genetik, atau perkembangan;
b.       klaim bahwa fungsi mental yang lebih tinggi dalam individu muncul dari proses sosial; dan
c.        klaim bahwa proses sosial dan psikologis manusia secara fundamental dibentuk oleh alat budaya, atau cara mediational.
Vygotsky menjadi sangat tertarik pada perkembangan anak dan melihat bagaimana interaksi sosial berdampak pada perkembangan anak. Dari sana ia menghasilkan beberapa konsepnya lebih besar seperti internalisasi dan ZPD.
Menurut teori Piaget, seorang anak akan hanya dipengaruhi oleh masyarakat. Sedangkan Vygotsky berusaha untuk menjelaskan perkembangan anak melalui praktek kolaboratif transformatif yang melibatkan pengaruh budaya, alat-alat budaya, dan individu lainnya. Penekanan pada pembelajaran perkembangan ini adalah kolaborasi, yang mengarah ke Zona of Proximal Development (ZPD). Definisi terkenal ZPD Vygotsky menyatakan bahwa ZPD adalah "jarak antara tingkat perkembangan aktual seperti yang ditentukan oleh pemecahan masalah independen dan tingkat perkembangan potensial yang ditentukan melalui pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa, atau bekerja sama dengan rekan-rekan yang lebih mampu." Atau dengan kata lain, ZPD adalah area di mana anak tidak bisa memecahkan masalah sendirian tapi berhasil dapat menyelesaikannya di bawah bimbingan atau bekerja sama dengan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih tahu.
7.      REPRESENTATION AND DISCOVERY LEARNING
Discovery Learning atau belajar penemuan adalah teknik pembelajaran berbasis penyelidikan dan dianggap sebagai pendekatan berbasis konstruktivis untuk pendidikan. Tokoh pelopornya adalah Jean Piaget, Jerome Bruner, dan Seymour Papert.
Teori ini menunjukan bahwa  dalam memecahkan situasi masalah di mana pelajar mengacu pada pengalamannya sendiri dan pengetahuan sebelumnya dan merupakan metode pengajaran di mana siswa berinteraksi dengan lingkungannya dengan mengeksplorasi dan memanipulasi benda, bergulat dengan pertanyaan dan kontroversi atau melakukan percobaan. Dalam hal ini siswa terlibat aktif dalam pembelajaran,sedangkan guru sebagai fasilitator.

8.      CONSTRUCTIVIST APPROACH
Teori yang sesuai dengan constructivist approach adalah Problem Based Learning. Teori-teori ini menghendaki adanya keterlibatan aktif siswa dalam belajar. Pembelajaran terjadi ketika peserta didik secara aktif terlibat dalam proses makna dan konstruksi pengetahuan. Tidak hanya pasif menerima informasi. Peserta didik adalah pembuat makna dan pengetahuan. Pengajaran konstruktivis menumbuhkan pemikiran kritis, dan menciptakan motivasi pelajar dan mandiri. Kerangka teoritis ini menyatakan bahwa pembelajaran selalu dibangun di atas pengetahuan bahwa seorang siswa sudah tahu.
Metode yang digunakan bergantung pada beberapa bentuk penemuan dimana guru menghindari instruksi yang paling langsung dan upaya untuk memimpin siswa melalui pertanyaan dan kegiatan untuk menemukan, mendiskusikan, menghargai, dan verbalisasi pengetahuan baru. Peran guru hanya sebagai fasilitator, dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang membimbing agar siswa dapat terdorong untuk membangun konsep yang berasal dari pengetahuan yang telah dimilikinya dengan apa yang sedang dipelajarinya.

9.      SOCIAL APPROACH
Teori social approach hampir sama dengan teori-teori belajar sosial yang lain. Dalam teori ini beranggapan bahwa :
a.       Semua perilaku terjadi dalam konteks sosial.
b.      Perilaku seorang individu dipengaruhi oleh orang lain dan masyarakat.
Psikologi sosial melihat pengaruh individu, kelompok, masyarakat dan budaya pada perilaku individu. Tokoh dalam teori ini adalah Milgram, Piliavin, Reicher dan Haslam.
   

10.  TECNOLOGICAL APPROACH
Sistem inovasi teknologi adalah sebuah konsep yang dikembangkan dalam bidang ilmiah inovasi penelitian yang berfungsi untuk menjelaskan sifat dan tingkat perubahan teknologi. Teori yang berhubungan dengan Tecnological Apprroach adalah Differentiated Instruction, Understanding by Design and Universal Design for Learning.
Dalam Teori Differentiated Instruction, Understanding by Design and Universal Design for Learning terlihat pada kombinasi yang kuat dari tiga model mengajar/belajar yang berbeda, yaitu:
a.       Understanding by Design (UBD)
Teori ini mengajar di kelas telah terpengaruh dengan cara yang tidak sepenuhnya bermanfaat bagi pembelajaran. Guru membutuhkan model yang menyumbang standar tetapi juga menunjukkan bagaimana pembelajaran dan pemahaman dapat mengatasi standar konten serta mengembangkan basis informasi yang kuat.
b.      Instruksi Differentiated (DI)
Teori ini melihat pada bagaimana dan di mana kita mengajar siswa kita, berfokus pada praktek-praktek terbaik untuk masing-masing peserta didik. Selain harapan konten adalah sulitnya memenuhi kebutuhan beragam kelas hari ini. Bahasa, budaya, jenis kelamin, kesenjangan ekonomi, motivasi, cacat, kepentingan pribadi dan gaya belajar serta lingkungan rumah hanya beberapa dari banyak variabel yang membawa siswa ke sekolah dengan mereka.
c.       Universal Desain Pembelajaran (UDL)
Teori ini menyatakan bahwa pembelajaran berusaha untuk memastikan bahwa lingkungan belajar, termasuk kurikulum, penilaian dan alat-alat belajar mengajar mempromosikan belajar dan menghapus hambatan belajar.




B.     HUBUNGAN ANTAR TEORI
1.      Hubungan antara teori behaviorisme dan teori kognitif sosial mempunyai persamaan yaitu bahwa kedua teori ini menjelaskan adanya proses belajar karena dorongan dari luar. Dorongan dari luar dapat berasal pengaruh sosial yang dapat berupa melihat orang lain sebagai model atau adanya pujian atau hadiah dari orang lain. Dalam proses pembelajaran, terpusat pada guru, siswa seperti tong kosong yang siap menerima informasi dari guru.
2.      Hubungan yang erat tarjadi antara teori belajar bermakna, social formatin teori, representation and discovery learning, constructivistic approach, dan technological approach. Semua teori tersebut menghendaki adanya aktifitas siswa sebagai proses belajar. Siswa belajar dengan mengkonstruk konsep dengan cara mensinergikan antara pengalaman yang telah diperoleh dengan proses belajar yang sedang dijalani. Proses belajar siswa terpusat pada siswa, guru berperan sebagai fasilitator.

C.    PETA KONSEP TEORI BELAJAR MENGAJAR
 









DAFTAR PUSTAKA
An A-Z of ELT scaffolding SLA (p. 201). Retrieved Feb 01, 2009 from http://www.macmillanenglish.com/methodology/samples/AnA-Z-of-ELT.pdf

A guide to learning English. Scaffolding theory. Retrieved Feb 01, 2009 from http://esl.fis.edu/teachers/fis/scaffold/page1.htm

Foley, Joseph. Department of English Language and Literature, National University of Singapore


Lipscomb, Swanson, and West. 2004. Scaffolding. Emerging perspectives on Learning, Teaching and Technology. Retrieved February 16, 2008 from http://projects.coe.uga.edu/epltt/index.php?title=Scaffolding

Mariani, Luciano. Fall 1997. Teacher support and Teacher challenge in promoting learner autonomy. Perspectives, a Journal of TESOL-Italy - Vol. XXIII, No. 2 Retrieved Feb 20, 2008 from http://www.learningpaths.org/papers/papersupport.htm

Rollins Burch, Judith (B.A., M.Ed., Ed.S.) 2007. A study examining the impact of scaffolding acquisition of young children's literacy in primary grades. Dissertation submitted to Louisianna State University, Department of Educaitonal Theory, Policy, and Practice. Retrieved February 23, 2008 from http://etd.lsu.edu/docs/available/etd-04132007-101339/unrestricted/Burch_dis.pdf

Schütz, Ricardo. December 5, 2004. Vigotsky and Language Acquisition. Retrieved Feb 01, 2009 from http://www.english.sk.com.br/sk-vygot.html

Sharpe, Tina. 2001. Scaffolding in Action: Snapshots from the Classroom. Found in Jennifer Hammond's Scaffolding: Teaching and Learning in Language and Literacy Education. ERIC #ED456447 Retrieved February 18 from http://www.eric.ed.gov/ERICWebPortal/custom/portlets/recordDetails/detailmini.jsp?_nfpb=true&_&ERICExtSearch_SearchValue_0=ED456447&ERICExtSearch_SearchType_0=no&accno=ED456447

Teacher Scaffolding in the Classroom. State of Victoria. 2006. Department of Education and Early Childhood Development. Retrieved February 22, 2008 from http://www.education.vic.gov.au/studentlearning/teachingresources/english/literacy/concepts/3teachscaff.htm

Watcharapunyawong, Somchai. Second Language Acquisition Theories for Thai Students. Retrieved Feb 01,2009 from http://human.tru.ac.th/km/km_paper/second_language_acquisition_theories_for_thai_students.pdf



Zone of Proximal Development and Scaffolding (Vygotsky, Bruner and Rogoff).

State of Victoria. 2007. Department of Education and Early Childhood Development. Retrieved February 22, 2008 from http://www.education.vic.gov.au/studentlearning/teachingresources/english/literacy/concepts/3zpd.htm

Anderson, T. (2004). Chapter 2: Toward a theory of online learning theory and practice of online learning (Anderson, T., & Elloumi, F., Eds.) (33-59). Retrieved November 20, 2007, from http://cde.athabascau.ca/online_book/ch2.html

Bleuel, D., & Peloso, C. (2002, July 11). Gav and Peloso's interactive story. Retrieved February 25, 2008, from http://www.nuc.berkeley.edu/~gav/wayfarence/.

Capra, F. (2005). Complexity and life. Theory, Culture & Society, 22(5), 33-44.

Fraser, S. W., & Greenhalgh, T. (2001). Coping with complexity: Educating for capability. BMJ (Clinical Research Ed.), 323(7316), 799-803

Furnish, T. (2008). Superstory. Retrieved February 28, 2008, from http://www.hungrysoftware.com/#/online/story/.

Phelps, R., Hase, S., & Ellis, A. (2005). Competency, capability, complexity and computers. British Journal of Educational Technology, 36(1), 67-84.

University of Alberta. Complexity and education. Retrieved February 25, 2008, from http://www.complexityandeducation.ualberta.ca/glossary.htm.

Boaler, J. (1998). Open and Closed Mathematics: Student Experiences and Understandings. Journal for Research in Mathematics Education, 29 (1), 41 – 62.

Cajete, Gregory (1994). Look To The Mountain: An Ecology of Indigenous Education. Skyland, NC: Kivaki Press.

Overbaugh, R.C. & Lin, S.Y.(2005). Problem-based Learning and Fourth Grade: Who Really Benefits? The Constructivist, 16(1), 1 - 21.

Polanco, R., Calderon, P., & Delgado, F. (2004). Effect of a problem-based learning program on engineering students’ academic achievements in a Mexican University. Innovations in Education and Teaching International, 41 (2), 145 – 155.

Rodd, M. (2006). Commentary: Mathematics, Emotion and Special Needs. Educational Studies in Mathematics, 63, 227 – 234.

Roh, K. H. (2003). Problem-Based Learning in Mathematics. ERIC Digest.

Shore, M., & Shore, J. (2004). Allied Health Applications Integrated into Developmental Mathematics Using Problem Based Learning. Math Comput Educ., 38 (2), 183 – 189.
Sungur, S., Tekkaya, C., & Geban, O. (2006). Improving achievement through problem-based learning. Journal of Biological Education, 40 (4), 155 – 160.

Wee, K.N., Kek, Y.C., & Sim, H.C. (2001). Crafting Effective Problems for Problem-based Learning. PBL Conference

Awwad, Ahmad Aqeel Ayyal. Piaget's Theory of Learning. Interdisciplinary Journal of Contemporary Research In Business 4.9 (Jan 2013): 106-129.

Bhattacharya, K.& Han, S. (2001). Piaget and cognitive development. In M. Orey (Ed.), Emerging perspectives on learning, teaching, and technology. Retrieved June 8, 2008, from http://projects.coe.uga.edu/epltt
Book News Inc. (2008). Jean Piaget. Reference and Research Book News, 23(3) Retrieved online at: http://search.proquest.com.ezproxy.library.ubc.ca/docview/199719469?accountid=14656
Campbell, R. (1997). Jean Piaget's Genetic Epistemology: Appreciation and Critique. ETEC 512 http://hubcap.clemson.edu/~campber/piaget.html   
DeHart, G. Sroufe, L. Cooper, R. (2004). Child development: its nature and course (5th ed.). McGraw Hill.
Developmental Approaches to Learning. Retrieved June 4, 2008 from http://etec512.blogspot.com/
Driscoll, M. P. (2005). Psychology of Learning for Instruction (pp.227-244; Ch. 7 - Interactional Theories of Cognitive Development).  Toronto, ON: Pearson.
Examples of Piagetian Assimilation and Accommodation Retrived June 7, 2008 from http://www.ups.edu/facultypages/cjones/piaget-examples.doc
Familly Fun: Games by Age-And more Family Fun. Retrived June 6, 2008 from http://familyfun.go.com/games/games-by-age/
Huitt, W. (1997). Piaget's Theory of Cognitive Development . Retrieved 2 June, 2008, from Educational Psychology Interactive: http://chiron.valdosta.edu/whuitt/edpsyppt/Theory/piaget2.ppt
Huitt, W. (1997). Cognitive development: Applications. Educational Psychology Interactive . Valdosta , GA : Valdosta State University . Retrieved [ June 2, 2008 ], from http://chiron.valdosta.edu/whuitt/col/cogsys/piagtuse.html .
Jean Piaget. (2008, June 11). In Wikipedia, The Free Encyclopedia. Retrieved 05:14, June 16, 2008, from http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Jean_Piaget&oldid=218574331
Miller, P.H. (2002). Theories of Developmental Pyschology 4th Ed. (pp.367-396; Vygotsky’s Socio-Cultural Approach). New York: Worth.
Morris, Joyce L. WebQuests. Retrieved June 4, 2008 from http://www.uvm.edu/~jmorris/wq/webquest.html
Piaget's Developmental Theory: an Overview (Davidson FIlms, Inc.) Retrieved online at https://www.youtube.com/watch?v=QX6JxLwMJeQ
Piaget on Piaget. Retrieved online at https://www.youtube.com/watch?v=0XwjIruMI94
Quiz - Piaget's Stages of Cognitive Development. Retrived June 15, 2008 from http://psychology.about.com/library/quiz/bl_piaget_quiz.htm
Saler, G. and Edgington, C. G. Retrieved June 3, 2008 , from http://pt3.nl.edu/saleredgingtonwebquest.pdf
Smith, L. (1996) Critical Readings on Piaget. Routledge.
Zwingmann, C. Inhelder, B. Chipman, H. (1976). Piaget and his school: a reader in developmental psychology (ch 1). The Wiley-Blackwell handbook of childhood cognitive development. Blackwell Publishers.